JABARONLINE.COM - Persaingan pasar sepeda listrik di Indonesia semakin dinamis, dengan dua nama besar, Goda dan Uwinfly, sama-sama menampilkan karakter khas sepeda listrik terbaik dan strategi untuk mendominasi pasar. Di tengah tren mobilitas listrik, Goda tampil sebagai pelopor yang tidak hanya mempromosikan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem gaya hidup yang menyentuh sisi emosional pengguna.

Desain sebagai Bahasa Identitas

Goda menonjol lewat desain yang agresif dan bersifat segmentatif, menawarkan varian kolaborasi eksklusif seperti Mecha Kingkong dan Mecha Starship yang menyasar generasi muda digital native. Desain ini bukan sekadar estetika, melainkan wujud koneksi personal antara pengendara dan kendaraan mereka.


Sementara itu, Uwinfly mempertahankan gaya retro-minimalis yang fungsional dan mudah diterima banyak kalangan. Meskipun tak seagresif Goda dalam eksplorasi desain emosional, pendekatan ala “desain klasik yang dapat diterima banyak orang” tetap menjadi daya tarik utamanya.

Teknologi & Pengalaman Berkendara

Goda memperkenalkan Smart Go System (SGS), termasuk fitur seperti IOT Start, Smart Seat, Boost Mode, yang membuat pengalaman berkendara terasa responsif, intuitif, dan terintegrasi dengan gaya hidup digital.


Di pihak lain, Uwinfly fokus kepada performa motor dan baterai. Contoh model seperti M100 diklaim memiliki motor 5.000W dengan teknologi Smart Key (NFC). Beberapa produk Uwinfly juga menyertakan fitur konektivitas aplikasi, indikator digital, dan sistem keamanan seperti alarm.

Keamanan & Perlindungan

Goda membekali unitnya dengan fitur keamanan seperti E-ABS, Auto Parking, dan Hill Assist Control untuk menghadirkan ketenangan ekstra bagi pengendara. Pendekatan ini memperkuat citra brand sebagai pelopor keamanan modern.