Jakarta - Seorang pengguna Facebook bernama Ddex Evy menceritakan pengalaman suaminya yang bekerja sebagai tukang cuci ompreng di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengaku heran dengan maraknya kasus keracunan makanan belakangan ini, sebab suaminya tak pernah masalah meskipun menyantap makanan sisa MBG.

“Kadang heran sih dengan kejadian keracunan. Jujur, suamiku kerja di bagian cuci ompreng dan sesekali menemukan makanan yang masih layak, dia pun makan. Alhamdulillah tidak ada masalah," tulis Ddex Evy di akun pribadinya, dikutip Rabu (1/10).

Evy tak mau menaruh curiga, tapi dia percaya hukum tabur tuai. Ia pun berharap program MBG bisa tetap berjalan lancar.

"Hanya Allah yang tahu niat baik dan buruknya manusia. Tapi satu hal yang kupercaya, apa yang mereka tanam itulah yang mereka tuai. Semoga MBG tetap berjalan lancar. Aamiin," tuturnya.

Unggahan tersebut pun tersebar luas dan mendapatkan banyak tanggapan dari warganet dengan lebih dari 2.800 tanda suka dan 1.300 komentar. Salah satu akun bernama Siti Aisyah Elkhaf mengingatkan agar dapur MBG mewaspadai adanya sabotase.

“Nih waspada omprengnya, tandain, dan setiap order harus ada kayak intel di bagian dapur atau sekolah untuk ngawasin. Khawatir sabotase banyak," tulisnya.

Akun Pixie Dust juga membagikan ceritanya. Dia mengaku ada 20 ompreng MBG dari dapurnya yang diduga diganti oknum yang bekerja sama dengan pihak sekolah. Akhirnya, kerja sama dengan sekolah itu pun diakhiri.

"Untungnya ada Pak Penjaga Sekolah yang ngeh, kok makanannya beda dengan kelas lain. Saat itu saya ditelepon, rasanya shock campur aduk. Akhirnya saya putuskan kerja sama dengan sekolah itu. Anak-anak pada nangis, tapi saya harus melindungi lebih dari 50 karyawan di dapur kami," katanya.

Selain itu, akun Budi Cahyono menyarankan agar sekolah dan dapur MBG dilengkapi CCTV supaya segala kejadian terekam dan dapat jadi bukti. Kecurigaan adanya sabotase juga disuarakan akun Alfats Putsal.