JABARONLINE.COM - Pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam mempercepat pembangunan di wilayah Papua melalui struktur kelembagaan yang lebih terfokus. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pelantikan Komite Eksekutif oleh Presiden merupakan bagian dari strategi nasional yang telah diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus.

Dalam pernyataannya, Mensesneg menyoroti performa para tokoh yang terlibat dalam diskusi strategis bersama Presiden dan Menteri Keuangan:

“Performanya cukup meyakinkan dan harapan kita besar kepada beliau. Dan bersama dengan Bapak Menkeu, dua orang, kita berdiskusi bahwa dengan Bapak Presiden juga tentunya, dirasa sementara cukup dengan dua Bapak Menkeu,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi dengan berbagai kalangan untuk menyerap aspirasi dan masukan:

“Banyak tokoh-tokoh, banyak yang memberikan masukan gitu. Ada yang ekonom ada, tokoh agama ada, rutin aja kita membuka ruang komunikasi,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan mengenai tugas percepatan pembangunan Papua, Mensesneg menjelaskan struktur kelembagaan yang telah dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang:

“Jadi begini, sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Khusus, itu kan ada yang disebut dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Di situ kemudian juga mengamanatkan untuk membantu badan ini, maka dibentuklah yang namanya Komite Eksekutif. Nah, yang hari ini tadi dilantik oleh Bapak Presiden adalah Ketua dan Anggota dari Komite Eksekutif tersebut. Yang akan membantu kerja daripada Badan Pengarah yang diketuai oleh Wakil Presiden,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mensesneg juga menyampaikan harapan besar terhadap tim nasional sepak bola Indonesia yang tengah berjuang di ajang kualifikasi Piala Dunia:

“Harus menang. Dua pertandingan yang akan menentukan apakah kali ini untuk pertama kali dalam sejarah kita bisa masuk ke Piala Dunia. Mohon semua dukungan, doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.