JABARONLINE.COM - Di balik megahnya perumahan bersubsidi yang kini menjulang, tersimpan sebuah kisah yang menghangatkan hati. Ini adalah cerita tentang Angga Budi Kusuma, seorang pria yang memulai kariernya sebagai office boy (OB), kini memimpin Pesona Kahuripan Group, perusahaan pengembang perumahan yang menyediakan ribuan unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Perjalanan hidupnya adalah bukti nyata bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan, asalkan ada kemauan dan keberanian untuk mengambil risiko.

Momen bersejarah itu terjadi saat Akad Massal 26.000 unit KPR Sejahtera Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta serah terima kunci yang dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Di sana, Angga berdiri dengan rasa haru dan bangga, mengenang perjalanan panjang yang telah dilaluinya.

“Nama saya Angga Budi Kusuma, Dirut Pesona Kahuripan Group. Mengawali karier saya sebagai seorang OB, tentunya bangga, merasa terhormat dengan kehadiran Bapak Presiden ke lokasi perumahan saya. Sejarah baru di kehidupan saya dan rasanya saya tidak tahu seperti apa selain rasa bangga,” kata Angga, Hari (Tanggal).

Bisa berinteraksi langsung dengan Presiden Prabowo menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Angga. Senyum dan sapa hangat dari sang presiden memberikan energi baru untuk terus berkarya.

“Perasaan saya luar biasa bahagia, senang bisa disapa sama Pak Presiden, bisa berjabat tangan oleh Pak Presiden ya agak merinding saya. Saya cuma berdoa agar Pak Presiden selalu sehat,” ujar Angga, Hari (Tanggal).

Bagi Angga, kunci suksesnya terletak pada keberanian mengambil risiko dan selalu berorientasi pada kebermanfaatan bagi orang lain. Prinsip ini menjadi kompas yang menuntunnya dalam setiap langkah bisnisnya.

“Pertama itu, jangan takut rugi, berpikirlah untuk menguntungkan orang lain tapi tidak ada muatan untuk pribadi sehingga kita akan berani untuk memulai. Apabila berpikir semata-mata menguntungkan orang lain pasti keuntungan akan menghampiri kepada kita. Itu yang membuat saya berjalan,” jelasnya, Hari (Tanggal).

Menatap masa depan, Angga tidak hanya fokus pada target pembangunan 6.000 unit rumah pada tahun 2026. Ia juga bertekad untuk melibatkan generasi muda dalam industri perumahan, menciptakan lapangan kerja sekaligus mencetak pengusaha-pengusaha baru.

“Saya berikan satu kesempatan satu project seribu unit, ada enam project sehingga sama dengan satu tahun enam pengelola. Dengan begitu, kita tidak hanya menciptakan pekerja, tetapi juga generasi pengusaha baru,” ungkapnya, Hari (Tanggal).