JABARONLINE.COM - Aktivitas puluhan Warga Negara Asing (WNA) asal China yang sempat menempati sebuah penginapan di kawasan Cimaja, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mulai terkuak. Penginapan tersebut diduga dijadikan basis operasional dengan kondisi kamar yang jauh dari standar hotel pada umumnya.

Pemilik penginapan, Koh Leleung, mengungkapkan awal mula dirinya menyewakan seluruh area penginapan kepada para WNA tersebut. Ia mengaku tertarik dengan tawaran nilai kontrak yang sangat besar untuk masa sewa satu tahun.

“Awalnya mereka menyewa semua kamar, jumlahnya sekitar 50 kamar. Nilainya besar, sampai Rp 1 miliar untuk setahun,” ujar Koh Leleung, Selasa (14/4/2026).

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi di dalam penginapan berubah drastis. Kamar-kamar yang seharusnya digunakan untuk tamu wisata justru dirombak dan difungsikan layaknya tempat penampungan pekerja.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tempat tidur hotel digantikan dengan kasur tipis yang disusun rapat di lantai. Kondisi kamar tampak tidak terawat, dengan bantal dan selimut berserakan, menciptakan suasana kumuh seperti barak.

Koh Leleung mengaku sempat melihat aktivitas perbaikan fasilitas seperti pendingin ruangan, namun tidak menaruh curiga terhadap perubahan fungsi kamar yang dilakukan para penyewa.

“Saya kira cuma perbaikan biasa. Yang saya lihat malah banyak kasur dibawa masuk, bukan peralatan lain. Ternyata kamar diubah jadi seperti penginapan backpacker, padat sekali,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, para WNA juga diketahui memasang identitas usaha bertuliskan “Fengda Wealth Management” di dalam area penginapan. 

Hal ini memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut dijadikan pusat kegiatan tertentu.