JABARONLINE.COM – Upaya pemberdayaan ekonomi lokal di Desa Cigagade, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, mulai digencarkan. Pemerintah desa setempat langsung bergerak cepat dengan memanggil seluruh pengelola dapur SPPG untuk memastikan keterlibatan produk lokal dalam operasional mereka.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut surat edaran Bupati Garut yang menekankan pentingnya pemanfaatan bahan baku dari pelaku usaha lokal seperti UMKM, koperasi desa, dan BUMDes.
Kepala Desa Cigagade, Devi Fakhrurozi, mengatakan pihaknya ingin memastikan kebijakan tersebut benar-benar berjalan di lapangan, tidak hanya sebatas aturan.
“Kami sudah bersilaturahmi dengan seluruh dapur SPPG di Cigagade. Intinya, mereka siap bekerja sama, tinggal dari desa menyiapkan skema agar pelaku usaha lokal bisa terlibat,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, selama ini komunikasi antara pemerintah desa dan pihak dapur memang sudah terjalin, namun belum terstruktur dengan baik.
“Koordinasi sudah ada, tapi masih sebatas lisan. Dengan adanya regulasi ini, kita ingin lebih kuat, supaya bisa menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperjelas kerja sama,” jelasnya.
Ia berharap kolaborasi ini mampu membuka peluang besar bagi masyarakat Cigagade untuk meningkatkan perekonomian melalui sektor usaha lokal.
“Kami ingin apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terwujud, terutama dalam pemberdayaan ekonomi desa,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak dapur SPPG juga angkat bicara terkait kondisi di lapangan. Kepala Dapur SPPG Yayasan Cahaya Wira Bangsa, Muhayar Fauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal terbuka terhadap produk lokal.



