JABARONLINE.COM — Respons cepat ditunjukkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok setelah keluhan warga soal luapan limbah restoran Mie Gacoan di Margonda ramai diperbincangkan di media sosial. Aduan warga yang disertai dokumentasi visual itu memicu perhatian publik dan mendorong pemerintah bertindak.

Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi pada Rabu (7/1) untuk melakukan pembersihan awal. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggapan atas keresahan masyarakat yang viral di dunia maya.

“Begitu laporan masuk dan ramai di media sosial, kami langsung bergerak. Area yang terdampak limbah langsung dibersihkan,” ujar Abdul Rahman, yang akrab disapa Abra.

Tak berhenti di situ, DLHK kembali melakukan verifikasi lapangan pada Kamis (8/1) dan memberikan sejumlah instruksi kepada pihak restoran. Di antaranya, penyedotan tiga bak penampung limbah yang dilakukan pada Jumat (9/1) di bawah pengawasan petugas DLHK.

Selain itu, Mie Gacoan juga diminta menutup permanen saluran air hujan yang terhubung ke sistem limbah, serta membersihkan seluruh area terdampak, termasuk fasilitas umum di sekitarnya.

Abra menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha untuk lebih serius dalam pengelolaan limbah dan sanitasi lingkungan.

“Media sosial kini menjadi kanal pengawasan publik yang efektif. Kami harap pelaku usaha lebih proaktif menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan keresahan,” katanya.

DLHK memastikan akan terus memantau pelaksanaan kewajiban yang telah ditetapkan, termasuk memastikan operasional restoran berjalan sesuai izin lingkungan yang berlaku.****