JABARONLINE.COM – Dunia pendidikan Indonesia kembali diperkaya dengan peluncuran karya kolaboratif berjudul "Bilik Jasinga Merajut dan Sinergi Akademisi-Sekolah-Seniman untuk Pendidikan Indonesia". Buku ini mengusung tema integrasi kearifan lokal dalam pendidikan modern, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa literasi, budaya, dan inovasi dapat berjalan beriringan.
Peluncuran buku yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026) ini selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Buku ini lahir dari sinergi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, instansi sekolah, dan komunitas budaya. Universitas Pakuan bertindak sebagai pusat kajian akademik untuk memastikan muatan lokal dalam modul pembelajaran teruji secara ilmiah. Sementara itu, SMAN 1 Jasinga berperan sebagai laboratorium pendidikan yang membuka ruang eksplorasi pembelajaran berbasis budaya di tingkat menengah.
Kontribusi seni dihadirkan oleh Grup Kesenian Bilik Jasinga. Melalui tradisi alat musik karinding, komunitas ini memberikan inspirasi nyata bahwa seni tradisi dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam ruang-ruang kelas modern.
Tim penyusun menegaskan bahwa karya ini ditujukan bagi para pendidik, pelajar, serta pemerhati budaya. Fokus utamanya adalah menjaga keseimbangan antara identitas bangsa dan tuntutan globalisasi. Melalui perpaduan seni, sains, dan pendidikan, buku ini diharapkan mampu memperluas cakrawala berpikir generasi muda tanpa meninggalkan akar budaya mereka.
“Semoga buku ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat identitas bangsa sekaligus membuka cakrawala global melalui seni, sains, dan pendidikan,” ungkap tim penyusun dalam kata pengantar buku tersebut.
Ke depan, buku "Bilik Jasinga" diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah dan perguruan tinggi lain di Indonesia. Model pembelajaran berbasis budaya lokal ini diproyeksikan menjadi standar baru dalam pengembangan kurikulum yang tetap mengedepankan standar akademik dan daya saing global.***



