JABARONLINE.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas GRIB Jaya Kabupaten Purwakarta di PT. Metro Pearl Indonesia, Jatiluhur, pada Jumat (9/1/2025), berjalan aman dan kondusif. Aksi yang menuntut transparansi perusahaan hingga dugaan pelecehan seksual ini berhasil diamankan secara humanis oleh personel Polres Purwakarta.

Demonstrasi yang berlangsung di kawasan industri Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi ini melibatkan kurang lebih 50 orang massa yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC Ormas GRIB Jaya, H. Trisna Rizki Nugraha, S.Pt.

Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah aspirasi krusial yang ditujukan kepada manajemen PT. Metro Pearl Indonesia. Tuntutan tersebut meliputi dugaan pelecehan seksual di lingkungan perusahaan, legalitas perizinan, kepatuhan perpajakan, serta transparansi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Pengamanan Humanis Polri

Selama kegiatan berlangsung, Polres Purwakarta dan Polsek Jatiluhur menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di sekitar lokasi. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis guna menjaga ketertiban umum serta mencegah potensi gesekan antara massa aksi, karyawan perusahaan, dan masyarakat sekitar.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kasi Humas, AKP Enjang Sukandi, menegaskan bahwa kehadiran Polri adalah bentuk pelayanan untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama penyampaian aspirasi di muka umum.

“Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan memastikan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan dengan tertib dan sesuai aturan. Pengamanan ini merupakan wujud pelayanan dan perlindungan kepada seluruh pihak agar situasi tetap kondusif,” ujar AKP Enjang Sukandi.

AKP Enjang menjelaskan, sempat terjadi dinamika minor berupa adu argumen antara sebagian warga sekitar dengan massa aksi. Namun, berkat kesigapan personel di lapangan yang segera melakukan pemisahan massa serta pendekatan dialogis, situasi dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

“Alhamdulillah, dengan langkah cepat dan komunikasi yang baik, situasi dapat diredam sehingga kegiatan berjalan aman hingga massa membubarkan diri secara tertib sekira pukul 10.30 WIB,” tambahnya.