JABARONLINE.COM - Warga Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor bagian barat, masih ada yang tinggal di gubuk reot meski wilayah ini dikenal sebagai penopang perekonomian dengan hadirnya perumahan mewah.
Salah satu warga, Watni, yang lahir dan besar di Kampung Tegal RT 01 RW 02 Desa Cilaku, sudah belasan tahun bertahan di rumah tidak layak huni. Atap rumahnya sering bocor, sementara tembok yang rapuh nyaris ambruk. Kondisi ini membuat kehidupan sehari-harinya penuh keterbatasan.
Padahal, Kecamatan Tenjo bagian barat kini berkembang pesat dengan hadirnya proyek perumahan besar seperti Podomoro. Namun, kesenjangan sosial masih tampak jelas: di balik gemerlap pembangunan, ada warga miskin yang belum tersentuh perhatian pemerintah.

Bram, seorang pemuda Bogor Barat, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat menyampaikan keprihatinannya kepada Profesi Pena pada Rabu siang, 8 April 2026. Ia menegaskan bahwa kondisi rumah seperti milik Watni seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Tah bang daerah barat Kecamatan Tenjo masih keneh aya imah modelan kieu. Seharusnya menjadi perhatian publik dan pejabat di Pemkab Bogor,” ujar Bram dalam bahasa Sunda.
Lebih lanjut, Bram menuturkan bahwa ia sempat berbincang langsung dengan Watni, seorang perempuan tua yang kini hidup sendiri tanpa suami. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan tumpang tindih kesenjangan sosial di tengah gencarnya pembangunan ekonomi.

“Yang digembor-gemborkan peningkatan perekonomian di Kecamatan Tenjo dengan adanya Podomoro, ternyata tidak ada efek terhadap masyarakat sekitar,” tegasnya.
Kisah Watni menjadi potret nyata bahwa pembangunan belum sepenuhnya merata. Di balik megahnya perumahan mewah, masih ada warga yang menunggu uluran tangan pemerintah untuk mendapatkan hunian layak.
Ditempat terpisah Jumadi selaku Kepala Desa Cilaku Kecamatan Tenjo ia mengatakan.



