JABARONLINE.COM — Pemerintah Kabupaten Garut memanfaatkan kunjungan para istri diplomat dari 15 negara sebagai momentum strategis untuk memperkuat promosi daerah di kancah internasional. Kunjungan yang berlangsung di sentra kerajinan kulit kawasan Piazza Firenze pada Rabu (29/4/2026) tersebut menjadi ajang pengenalan potensi unggulan mulai dari industri kreatif hingga pariwisata.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam menyambut delegasi mancanegara ini merupakan langkah konkret untuk membangun jejaring global. Menurutnya, strategi menjemput bola menjadi kunci di tengah keterbatasan anggaran daerah untuk promosi skala besar.

"Kami hadir untuk memfasilitasi hubungan internasional seperti ini. Dengan efisiensi anggaran yang ada, setiap kesempatan untuk membangun koneksi global harus kita ambil," ujar Putri Karlina di sela-sela kegiatan.

Putri menambahkan, antusiasme pemerintah dalam menyambut tamu internasional diharapkan dapat membuka pintu kolaborasi yang lebih luas. Melalui interaksi langsung, Pemkab Garut dapat menyerap masukan serta mengidentifikasi celah kerja sama yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi kreatif.

Selain memamerkan keunggulan industri kerajinan kulit yang telah menjadi ikon daerah, Pemkab Garut juga memperkenalkan keragaman potensi lainnya. "Garut memiliki paket lengkap, mulai dari wisata alam yang indah, ragam kuliner khas, hingga destinasi wisata belanja," lanjutnya.

Terkait pengembangan infrastruktur pariwisata, Putri mengakui bahwa proses perbaikan destinasi dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas. Saat ini, fokus utama diarahkan pada kawasan Cipanas yang dinilai memiliki daya tarik investasi tinggi, termasuk rencana pengembangan resort dan fasilitas pendukung lainnya.

"Kami tidak mungkin memperbaiki semua titik secara bersamaan, seperti Talaga Bodas atau Garut Selatan. Kami harus melihat prioritasnya terlebih dahulu agar pengembangan lebih terukur," jelas Putri.

Delegasi yang hadir dalam kunjungan ini berasal dari berbagai negara lintas benua, meliputi Swedia, Armenia, Brasil, Uni Eropa, Iran, Irak, Yordania, Lebanon, Meksiko, Slovakia, Sudan, Thailand, hingga Yaman.

Melalui kunjungan ini, para delegasi diharapkan dapat merekomendasikan Garut sebagai destinasi pilihan di negara asal mereka. Langkah ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta penguatan posisi Garut dalam peta pariwisata dunia.***